SMAN 68 Jakarta Memasukkan Kegiatan Literasi di MPLS

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN – SMAN 68 Jakarta memasukkan kegiatan literasi pada agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dilaksanakan besok, Rabu (18/7/2018).

“(Besok) kegiatannya kita lakukan di lapangan sekolah dan didampingi oleh seluruh guru dan dipandu oleh pengurus dari literasi dimana anak-anak akan membawa buku yang diarahkan oleh tim literasi, jenis buku apa yang mereka baca,” jelas Widiartinny AM, selaku wakil bid. Sarpras Hum SMAN 68 Jakarta.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sudah berjalan 2 tahun di SMAN 68 Jakarta.

“Sejak 2016 awal sudah kita mulai hanya tekniknya di kelas-kelas, (namun) sepertinya kurang efektif, banyak juga akhirnya anak-anak yang nggak baca, akhirnya sekarang kita kontrol rame-rame dengan guru kita lakukan literasi itu di lapangan (saat MPLS),” ungkapnya.

Ia mengatakan jika pihak guru juga ikut membaca buku di sisi kiri, kanan, dan belakang siswa, mendampingi siswa.

Kemudian setelah siswa membaca, beberapa siswa diminta ke depan sebagai perwakilan menceritakan apa yang sudah mereka baca.

Selanjutnya, siswa menulis dengan diberikan arahan oleh tim literasi, setelah itu hasil tulisan mereka dibacakan juga di depan lapangan untuk didengar oleh siswa lain.

Untuk pekerjaan dari siswa yang lain yang diminta baca ke depan, nantinya akan dikumpulkan kepada tim literasi dibantu oleh tim guru bahasa Indonesia untuk bisa memeriksa pekerjaan mereka

Diketahui, kegiatan literasi ini merupakan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang diluncurkan pada awal 2016 lalu oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen).

Widiartinny mengatakan SMAN 68 terus melaksanakan program ini karena menurut pihak sekolah kegiatan ini hal yang penting untuk membudayakan membaca bagi siswa juga mempunyai keterampilan menulis.

“Kita ada literasi online juga, nanti siswa akan memasukkan karyanya ke tim literasi yang sudah memiliki blog onlinenya, mereka bisa memasukkan karyanya ke situ,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak Indonesia tidak semuanya juga suka membaca, namun mendukung pelaksanaan kurikulum 2013 yang siswa dituntut aktif.

“Kurikulum 2013 ini tidak bisa pasif tidak hanya mendengar dari guru tapi yang lebih besar presentasenya (dari) aktifitas mereka oleh karena itu dengan adanya literasi, lalu mereka senang dan otomatis mereka akan mengeksplor kebiasaan ini pada kegiatan lain seperti dalam pembelajaran di sekolah,” tuturnya.

Ia menilai melalui membaca buku-buku yang menjadi hobi mereka atau mencari informasi melalui internet.

Pihak sekolah mengharapkan hal tersebut juga menjadi hobi mereka, sehingga anak Indonesia kedepannya bisa menjadi anak-anak yang bisa maju nantinya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bangun Minat Membaca dan Menulis, SMAN 68 Jakarta Memasukkan Kegiatan Literasi di MPLS, http://jakarta.tribunnews.com/2018/07/17/bangun-minat-membaca-dan-menulis-sman-68-jakarta-memasukkan-kegiatan-literasi-di-mpls.

Editor: Erik Sinaga

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *